Selamat pagi/siang/sore semuanya,
Hari ini, kita akan menyelami jantung dunia jurnalisme dan penyiaran. Sebagai calon jurnalis atau praktisi media, Anda akan sering dihadapkan pada dua jenis konten yang memiliki peran sangat berbeda, namun sama-sama krusial. Dua jenis konten ini ibarat dua sisi mata uang yang membentuk lanskap informasi yang kita konsumsi setiap hari.
Yang pertama adalah flashnews. Pikirkan tentang berita yang tiba-tiba muncul di layar ponsel Anda dengan notifikasi “BREAKING NEWS”. Konten ini adalah tentang kecepatan, urgensi, dan aktualitas. Flashnews adalah respons cepat kita terhadap peristiwa-peristiwa besar yang baru saja terjadi. Seperti kilat di tengah badai, ia datang dengan cepat, menarik perhatian, dan memberi tahu kita apa yang terjadi saat ini.
Di sisi lain, ada evergreen content. Jika flashnews adalah kilat, maka evergreen content adalah pohon oak yang kokoh. Konten ini tidak terikat oleh waktu. Ia tidak peduli apakah berita hari ini tentang apa. Sebaliknya, ia memberikan pengetahuan dan wawasan yang tetap relevan, bermanfaat, dan dicari oleh orang-orang dari tahun ke tahun. Contohnya adalah panduan, sejarah, atau tips yang fondasinya kuat dan tidak mudah usang.
Memahami kapan menggunakan masing-masing jenis konten ini adalah kunci untuk menjadi jurnalis yang efektif. Kita akan membahas lebih dalam tentang karakteristik, tujuan, dan cara membuat kedua jenis konten ini agar Anda bisa menguasai seni bercerita dalam berbagai format.
Mari kita mulai.
Flashnews
Flashnews adalah berita atau informasi yang sangat mendesak dan harus segera disampaikan kepada publik. Sifatnya aktual, penting, dan tidak bisa ditunda. Bisa dibilang, flashnews adalah salah satu bentuk breaking news yang disampaikan dalam format yang sangat singkat, padat, dan langsung ke intinya.
Ciri-ciri Flashnews:
- Aktualitas Tinggi: Berita ini sangat terikat oleh waktu. Nilainya akan menurun drastis setelah beberapa jam atau hari.
- Singkat dan Padat: Biasanya disajikan dalam durasi yang sangat cepat (seperti news flash di televisi atau radio) atau ringkasan yang hanya memuat poin-poin terpenting.
- Penting dan Mendesak: Topiknya biasanya menyangkut peristiwa besar yang memengaruhi banyak orang, seperti bencana alam, pengumuman penting dari pemerintah, atau kejadian kriminal yang baru saja terjadi.
- Fokus pada 5W+1H: Meskipun singkat, konten flashnews tetap harus memenuhi unsur dasar jurnalistik: What, Who, Where, When, Why, dan How.
Contoh:
- “Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR baru saja mengguncang wilayah A.”
- “Jalan utama menuju kota B ditutup total akibat banjir.”
- “Presiden baru saja mengumumkan kebijakan ekonomi darurat.”
Evergreen Content
Sebaliknya, evergreen content adalah jenis konten yang selalu relevan dan tidak lekang oleh waktu. Konten ini tidak terikat oleh peristiwa atau tren terkini. Ibarat pohon yang selalu hijau, konten ini akan terus memberikan manfaat dan dibaca oleh audiens kapan pun mereka mencarinya, bahkan bertahun-tahun setelah konten itu dipublikasikan.
Ciri-ciri Evergreen Content:
- Relevansi Jangka Panjang: Isinya tetap bermanfaat dan relevan dalam waktu yang lama.
- Fokus pada Topik Dasar: Topiknya bersifat fundamental dan umum, seperti panduan, tips, atau penjelasan tentang suatu konsep.
- Volume Pencarian Stabil: Konten ini menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar yang selalu dicari oleh orang-orang dari waktu ke waktu.
- Diperbarui Secara Berkala: Meskipun tidak lekang oleh waktu, konten evergreen idealnya diperbarui sesekali untuk memastikan informasinya tetap akurat dan mutakhir.
Contoh:
- “Panduan Lengkap Cara Menulis Berita yang Baik.”
- “Sejarah Perkembangan Jurnalisme di Indonesia.”
- “Tips Mengidentifikasi Berita Hoax.”