Jurnalistik

Contoh Hasil Proyek Jurnalistik Kelompok

Ahmad Zulfikri

Nama Kelompok: Tim Lensa Kreatif

Kelas: XI DKV 2

Anggota Kelompok & Peran:

  • Andi Pratama: Jurnalis/Penulis
  • Citra Kirana: Fotografer
  • Bayu Adjie: Desainer Grafis/Layouter

 

1. Proposal Proyek

  • Judul Liputan: Pak Budi: Penjaga Gerbang Hati dan Sekolah
  • Sudut Pandang (Angle): Kami tidak hanya akan menampilkan profil Pak Budi sebagai satpam sekolah, tetapi akan mengangkat sisi humanisnya; bagaimana dedikasi dan keramahannya telah menjadikannya figur yang disayangi dan menjadi bagian penting dari ekosistem positif di sekolah.
  • Daftar Narasumber:
    1. Bapak Budi Hartono (Narasumber Utama) – Satpam Sekolah
    2. Ibu Anisa (Narasumber Pendukung) – Guru Bahasa Indonesia
    3. Rina Amelia (Narasumber Pendukung) – Siswi Kelas XI DKV 1
    4. Farhan Ghifari (Narasumber Pendukung) – Siswa Kelas XII TKR 3
  • Draf Pertanyaan Wawancara Utama (untuk Pak Budi):
    • Sudah berapa lama Bapak bekerja di sekolah ini?
    • Apa yang membuat Bapak selalu terlihat bersemangat setiap pagi?
    • Apa bagian paling menyenangkan dan paling menantang dari pekerjaan Bapak?
    • Bisa ceritakan salah satu pengalaman paling berkesan selama berinteraksi dengan siswa?
    • Apa harapan Bapak untuk para siswa di sekolah ini?

 

2. Artikel Utama (Hasil Tulisan Jurnalis)

(Diserahkan dalam format .docx)

Pak Budi: Penjaga Gerbang Hati dan Sekolah

Oleh: Andi Pratama

Senyum ramah dan sapaan hangat, “Selamat pagi, semangat belajarnya!” adalah hal pertama yang menyambut siapa pun yang memasuki gerbang SMK Karya Nusantara Purwokerto. Sapaan itu datang dari Budi Hartono, atau yang lebih akrab disapa Pak Budi, sosok penjaga keamanan sekolah yang telah menjadi ikon tak tergantikan di hati para siswa dan guru.

Selama lebih dari sepuluh tahun, Pak Budi mendedikasikan dirinya untuk menjaga keamanan sekolah. Namun, perannya jauh melampaui sekadar membuka dan menutup gerbang. Dengan seragam birunya yang selalu rapi, ia adalah garda terdepan yang memastikan setiap siswa merasa aman dan diterima.

“Bagi saya, anak-anak ini seperti anak sendiri. Kalau mereka aman dan senang di sekolah, saya ikut senang. Itu saja sudah cukup,” ujar Pak Budi di sela-sela tugasnya, sambil matanya awas mengamati lalu lintas pagi itu.

Dedikasinya tidak hanya teoretis. Rina Amelia, siswi kelas XI DKV, menceritakan pengalamannya. “Dulu ban motorku kempes pas mau pulang. Aku panik, tapi Pak Budi langsung datang, ‘Udah jangan panik, biar Bapak bantu pompa’. Beliau itu bukan cuma satpam, tapi udah kayak ‘bapak’ sekolah,” kenangnya sambil tersenyum.

Kisah serupa datang dari banyak siswa lain. Mulai dari membantu mencarikan kunci motor yang hilang, mengingatkan untuk memakai helm, hingga sekadar menjadi pendengar keluh kesah siswa yang sedang murung. Pak Budi seolah memiliki energi tak terbatas untuk menebarkan kebaikan.

Menurut Ibu Anisa, seorang guru Bahasa Indonesia, kehadiran Pak Budi memberikan dampak positif pada kultur sekolah. “Anak-anak menjadi lebih disiplin sekaligus merasa ‘diayomi’. Kehadiran figur dewasa yang ramah dan peduli di luar ruang kelas seperti Pak Budi itu sangat penting untuk perkembangan karakter mereka,” jelasnya.

Menjadi penjaga keamanan bukanlah pekerjaan tanpa tantangan. Menghadapi siswa yang terlambat atau cuaca yang tidak menentu adalah makanan sehari-hari. Namun, bagi Pak Budi, semua itu dihadapi dengan prinsip sabar dan pendekatan persuasif. “Anak muda itu jangan dikerasi, tapi diajak bicara dari hati ke hati. Pasti mengerti,” katanya bijak.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan sekolah, Pak Budi adalah pengingat bahwa pahlawan tidak selalu harus berjubah. Terkadang, mereka adalah orang-orang yang dengan tulus mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan rasa aman dan senyuman bagi orang di sekitarnya. Ia bukan hanya penjaga gerbang besi, tetapi juga penjaga gerbang hati seluruh warga SMK Karya Nusantara.


 

3. Galeri Foto Jurnalistik (Hasil Kerja Fotografer)

(Diserahkan dalam format .jpeg resolusi tinggi)

Berikut adalah contoh foto-foto yang akan dihasilkan, lengkap dengan captionnya.

  1. Foto Utama: Caption: Pak Budi Hartono dengan senyum khasnya yang selalu menyambut siswa di gerbang utama SMK Karya Nusantara.
  2. Foto Interaksi: Caption: Tak hanya menjaga, Pak Budi seringkali membantu siswa yang mengalami kesulitan, seperti saat ia membantu memeriksa motor salah satu siswa.
  3. Foto Suasana: Caption: Suasana pagi hari di gerbang sekolah, di mana Pak Budi dengan sigap mengatur lalu lintas dan memastikan keamanan siswa.
  4. Foto Detail: Caption: Setiap gestur dan tindakannya mencerminkan dedikasi dan kepedulian yang tulus kepada para siswa.
  5. Foto Kandid: Caption: Keakrabannya tidak hanya terbatas pada siswa, Pak Budi juga sering berbagi tawa dan cerita dengan para guru di waktu istirahat.

 

4. Desain Layout Final (Hasil Kerja Desainer Grafis)

(Diserahkan dalam format .pdf)

Ini adalah visualisasi bagaimana artikel dan foto di atas disajikan dalam format majalah dua halaman yang menarik dan profesional.

Elemen Desain yang Digunakan:

  • Headline Besar: Menggunakan font Sans-Serif yang tebal dan modern untuk menarik perhatian.
  • Layout Kolom: Teks artikel dibagi menjadi 2-3 kolom agar mudah dibaca.
  • Foto Dominan: Foto potret utama Pak Budi dibuat besar di halaman pertama.
  • Integrasi Foto: Foto-foto pendukung diletakkan di antara teks untuk memecah kebosanan visual dan memberikan konteks.
  • Pull Quote: Kutipan paling menarik dari Pak Budi (“Bagi saya, anak-anak ini seperti anak sendiri…”) dibuat besar dan menonjol untuk memberikan penekanan emosional.
  • Skema Warna: Menggunakan palet warna yang hangat (coklat, krem, biru tua dari seragam) untuk menciptakan kesan ramah dan profesional.
  • Byline & Caption: Menggunakan font yang jelas dan konsisten untuk nama penulis dan keterangan foto.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags

Leave a Comment